Aku terlentang lemas memandangi gelapnya malam yang semakin membutakan mataku , sayup2 pelupuk mataku memandang orang2 itu yang sedang menyeringai dengan penuh kemenangan .
Jantungku kini sudah seperti tak berdetak , seolah semuanya berusaha menghujamku ..
Kakiku mulai terkulai lemas bahkan seperti tak kurasakan ..
Denyut2 nadi sudah mulai memperlambat aliran darahku .
Aku berusaha bangkit dengan susah payah tapi pada akhirnya ak tersungkur lagi diatas tanah ini ..
Senyum kemenangan mereka semakin mengembang ketika benda itu sudah mereka genggam ..
Kemudian salah satu diantaranya bertekuk lutut dihadapanku , memasang wajah penuh kesenangan yang sekarang sudah berada didepan matanya ..
“aku hanya meminta tasmu , bukan dirimu !!! jadi inilah akibatnya jika kau tidak mau memberikannya padaku …” ucap namja itu sembari berdiri dan tendangan keras menghantam baku belakangku .
Kali ini punggung mereka mulai tak terlihat , dan meninggalkan aku yang masih terbujur kaku diatas tanah lembab ini ..
Youngjae’s Pov
Aku berjalan lemas memandangi sudut kota Seoul yang masih saja terang dengan gedung2 megah dan melosok tajam keatas . seolah kota ini benar2 tidak ada matinya dalam berlomba2 untuk mempermegahan suasana kota ini ..
Jarum jam sudah mengarah pada pukul 10 malam , dan tentu saja , kelopak mata yang bertahan selama hampir lebih dari 12 jam lamanya , dan wajar saja jika mata ini sudah saatnya memaksa untuk menutup ..
Kupercepat langkahku menuju tempat yang sudah menjadi satu2nya tujuanku , apalagi jika bukan rumahku..
BRRUUUKKK…
Aku terhempas jatuh ketanah ketika sesuatu hendak seperti membuat tubuhku jatuh tiba2 ..
Kulirik kebawah dan mendapati tali sepatu inilah yang membuatku hampir mati dijalan licin seperti ini , sialan !! aku lupa mengikatnya .
Dengan langkah gesit aku merubah posisiku dan merunduk untuk mengikat tali sepatuku .
“arrrggghhh..”teriak seseorang yang membuatku terlonjak seketika . tubuhku diam tak bergerak ketika kudapati suasana yang hening seketika saat itu . tubuhku bergidik mendengar suara yang tiba2 saja keluar didalam lorong jalan sempit dan gelap ini ..
Omo !!! jangan katakana itu hantu !!!
“aarrrggghhh..”lagi2 teriakan itu keluar hingga membuat mataku membelalak . aku tersigap dan menghela napas panjang agar aku bisa meyakinkan diri bahwa itu bukanlah makhluk halus *kalo udah ngomongin itu merinding sendiri*
“arrrgggggghhhhh tolong aku…”sekali lagi suara itu terdengar sangat jelas hingga reflek kepalaku menemukan sumber suara itu .
Seorang namja tengah menggeliat diujung sana , dan sedetik kemudian kakiku bergegas melangkah cepat , bahkan berlari menghampiri ia ..
“astaga…”sigapku ketika mendapati dirinya sudah tidak berdaya . namja yang sudah terbujur lemah didepanku , ia menggeliat kesakitan dengan bercak darah dimana2 . wajahnya kaku dengan luka2 yang sudah membentuk corak diatas wajah dan sebagian tubuhnya .
“ya ??? gwenchanayo ???” tanyaku mulai dengan tangan yang sudah bisa dipastikan bergetar kuat .
Ia tidak menjawab pertanyaanku , membuatku semakin bingung serta kalap ..
Aduuhhhh bagaimana Tuhan ??? jika tiba2 ada orang yang melihat kami , pasti akulah yang dituduh telah melukai dia , tapi jika aku meninggalkannya sekarang tidak mungkin , melihat , melihat kondisinya yang rapuh seperti ini membuatku semakin iba ..
Tanpa berpikir panjang aku mengangkat tangannya dan melingkarinya diatas leherku .
“ya..ya , apa yang kau lakukan ??”suaranya lemah terbata2 .
“ya membantumu , aku tak mungkin membiarkanmu sendirian disini dalam keadaanmu yang sudah sekarat seperti sekarang ..”
“tidak perlu!!!”sunggutnya berusaha melepaskan tangannya . mataku membulat melihat reaksinya seperti ini .
“mwo ???”
Aku tetap menarik tangannya hingga tangannya tetap melingkar diatas leherku dan membantunya berdiri .
“aku tidak tahu apakah kau adalah orang yang egois , tapi setidaknya jangan membantahku , aku hanya bermaksud baik untuk menolongmu , tidak ada maksud lain jadi percayalah padaku!!!”ucapku dan membatunya berjalan . tak ada jawaban lagi dari dirinya , sepertinya ia juga bisa merasakan sakit yang sudah semakin menghantam tubuhnya , jadi kupikir ia tidak bisa menolak pertolongan ini .
Aku bergegas mengambil sebaskom air dingin dan kotak p3k , kemudian menarik sebuah handuk kecil yang kusimpan didalam rak kecil berwarna putih diatas mesin cuci piringku .
Dengan langkah cepat menggapai kursi yang sekarang sudah terdapat namja itu . tubuhnya masih terkulai lemas , mata sebelahnya yang tepat berada disamping kiri sedikit membengkak hingga membuatnya sedikit menyipit .
Ia masih sedikit mengerang kesakitan oleh lukanya ..
“jangan disentuh , lukamu akan semakin terinfeksi jika kau gunakan dengan tanganmu !!! lebih baik aku saja yang akan membersihkannya ..” kataku sembari menyingkirkan tangannya yang sedang menyentuh lukanya .
Aku mulai menyelupkan handuk kecil tadi didalam air dingin dan memerasnya .
Kemudian kuletakan tepat didaerah lukanya . ia mengerang pelan ..
“arrggghhhh ..”
“mianhe..”
Kemudian dengan gerak pelan kuusapi lukanya .. kami sama2 bergeming satu sama lain , bahkan seperti tak ada tanda2 kehidupan yang kami ciptakan diruang ini ..
Aku masih terus saja diam sehingga akhirnya aku tidak tahan untuk membuka suara ..
“hmmm.. boleh aku Tanya sesuatu???” tanyaku .
Ia menoleh pelan kearahku , matanya masih susah untuk dibulatkan secara besar ..
“silahkan..”
“apa aku boleh tahu kenapa kau bisa seperti ini ???”
Pertanyaan itu seolah seperti senapan yang tertembak langsung didalam mulutnya . begitu cepat aku mengutarakan pertanyaanku tapi dengan waktu yang amat lama ia belum menjawab .
Matanya masih membulat dan pandangannya tengah mengadah keatas seolah ia mempertimbangkan apa yang harus ia katakan .
“aku..”
“aku barusaja menginjakkan kakiku diSeoul selama beberapa jam yang lalu , dan tiba2 aku diserang dengan tiba2 oleh sekawanan perampok yang meminta barang2 yang kubawa..”
“perampok ???” tanyaku tak percaya .
Ia mengangguk , kini matanya benar tertuju padaku , bersiap melanjutkan ceritanya .
“aku adalah mahasiswa pindahan dari Jenggoum .. aku diterima di universitas disini karna ayahku memaksaku untuk berkuliah Seoul . awalnya aku memang menolak tawaran itu , tapi aku sering mendengar kabar bahwa berkuliah di Seoul cukup bagus . dan berita2 itu tentu menarik minatku untuk hijrah kesini . tapi nyatanya takdirku berkata lain , aku kehilangan semuanya justru . barang2 yang berada ditasku diambil paksa oleh orang2 itu , dan dengan bonusnya , aku babak belur seperti ini !!!”jelasnya .
Rasa iba ku muncul mendengar penjelasannya , miris rasanya jika akulah yang meraksan hal itu .
“lalu apakah kau punya kerabat disini ???”tanyaku . ia menggeleng pelan .
Sekarang matanya menatap lantai2 granito berwarna coklat tua ini .. kemudian senyumnya tiba2 mengembang ..
“hmm…” aku meletakan handuk basah itu dan mulai duduk tegak .
“emm , mungkin kau bisa tinggal dirumahku sementara waktu..”
Mungkin layaknya sepereti sambaran petir yang menghantam kepalanya hingga refleks dalam seketika ia menoleh kearahku , matanya membesar menatapku tak percaya .
“hei , aku serius ..”
“hahahahah , itu tidak mungkin . aku saja belum mengenal dirimu dan kita belum saling mengenal satu sama lain , tapi kau sudah menawarkan hal seperti itu padaku..”
“apa kau pikir kau akan tetap bertahan ketika melihat orang sedang dalam kesusahan seperti dirimu saat ini ???”
Ia terdiam sejenak , alisnya bertaut2 memikirkan semua perkataanku . sesaat keningnya berkerut dan sesekali mekihat kearahku .
“mungkin sebelumnya kau harus mengenal namaku..”kuulurkan tanganku .
“Han Youngjae..”
Ia masih diam , melihat uluran tangan yang sekarang sedang diberikan kepadanya ..
Lalu setengah detik kemudian ia membalas uluran tanganku ..
“Cho Kyuhyun , tapi mungkin kau bisa memanggilku Kyuhyun ..”
Aku mengangguk pelan “Kyuhyun..”
“jadi bagaimana ???”tanyaku .
Ia menoleh “aku tidak yakin , masalahnya saat ini aku benar2 tidak bisa berbuat apa2 , tapi aku juga tidak terlalu yakin apakah kau memang bisa menerimaku dirumah ini..”
“kenapa tidak ??? selama kau memang sedang dalam kesulitan , tidak ada salahnya jika kau menetap disini untuk sementara waktu , kecuali jika kau memang mempunyai kerabat disini , atau kau lebih nyaman hidup diluaran sementara keluargamu mengkhawatirkanmu dirumah saat ini..”
Butuh waktu yang cukup lama untuk menantinya berbicara lagi , aku tahu ini bukan hal yang mudah . tinggal dirumah orang asing berdiri ditengah jurang panjang .
Sampai pada menit pertengahan , akhirnya ia membuka suara ..
“baiklah..”suaranya meyakinkan .
“tapi apakah keluargamu , khususnya orangtuamu tidak merasa keberatan dengan kehadiranku???”
Pertanyaan itu seolah seperti membungkam mulutku habis2an , pertanyaan yang selalu membuatku tercengang ..
“tenanglah , kau tidak perlu merasa seperti itu ..”
Kyuhyun membulatkan matanya besar melihatku . wajahnya merunduk sedikit untuk menatapku yang mengalihkan padangannya .
“mereka sudah pergi, orangtuaku sudah lama meninggal, jadi kau tidak perlu mempermasalahkan hal itu …”
Kurasakan sebuah tangan menyentuh pundakku , dan seketika itu juga aku terperanjat pelan melihatnya tersenyum padaku ..
“maafkan aku , aku tidak tahu..”
“sudahlah , aku bisa mengerti . ini bukan salahmu jadi tak seharusnya kau meminta maaf..”
aku mengambil handuk yang sedaritadi kutaruh dimeja didepanku dan mulai membersihkan lagi luka Kyuhyun yang sudah mulai mongering dan mengobatinya ..
“baiklah , sekarang aku antar kau kekamarmu…” tuntunku dan bangkit dari tempat dudukku .
Aku berjalan mendahuluinya dan iapun ikut berjalan dibelakangku , tapi kemudian kudengar langkahnya yang agak tersaruk berhenti yang membiat langkahkupun jadi ikut berhenti .
Aku menoleh kebelakang untuk melihat dirinya .
Ia memandangi foto besar yang sekarang sedang terpampang jelas diruang tengah ini .
Matanya hendak terperangah melihatnya ..
“mereka keluargaku..”kataku yang membuatnya terperanjat .
“woowww , kau mempunyai wajah yang hampir menyerupai ibumu..”
Aku terkekeh pelan “tentu saja , karna dia ibuku . sudah pasti ada kesamaan diantara kami . mungkin jika kami tidak mempunyai hubungan darah , aku bisa terkejut mendengar ucapanmu barusan..”
Ia pun ikut terkekeh melihat gurauanku “benar juga ya..”
“lalu itu siapa ???”tanyanya sembari menunjuk foto yang tengah mengarah kepada seorang laki2 muda .
“dia kakakku , kakak satu2nya yang aku punya . sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya..”
Kyuhyun menoleh cepat melihatku , “memangnya dia kemana ??”
aku tersenyum mendengar pertanyaannya yang terdengar sangat polos .
“dia sedang menjalankan kewajibannya sebagai Wamil . sudah tepat lebih dari satu tahun setelah ia pergi dari rumah ini , aku tidak pernah bertemu dengannya dam waktu yang cukup lama itu membuatku semakin merindukannya..”
Terlihat sebuah sapu tangan terulur didepanku , mataku tertuju kepada sipemberi sapu tangan ini .
Namja yang berada disampingku sekarang tengah tersenyum indah , senyuman itu tiba2 terasa seperti kehangatan tersendiri untuk hatiku .
“aku tidak menangis…”
“tapi matamu berair..”
Saat itu juga kurasakan air mata jatuh secara perlahan , aku terperanjat dan menghapus air mataku itu dengan punggung tanganku , tapi Kyuhyun menghentikanku , ia menatapku dan kemudian sapu tangan yang sejak tadi tak kuterima akhirnya tersapu dipipiku , menghapus sebuah tetesan air mata yang kuciptakan .
“aku bisa merasakan apa yang kau rasakan sekarang ini Young , kau mungkin bisa mmebohongi perasaanmu sekarang ini , tapi kau tidak bisa membohongi kenyataan yang terjadi bahwa hatimu sedang sakit . ditinggal oleh orang yang benar2 kita cintai memang terburuk yang pernah ada didunia ini , tapi aku yakin , kau bisa melewatinya dengan baik .
Aku bisa menilai dan kadang penilaianku selalu benar ..” ujarnya meyakinkan .
“memangnya apa yang kau nila dariku ???”tanyaku pada Kyuhyun .
“kau wanita yang tegar , dan sangat berbeda..”
Alisku bertaut “berbeda??”
“entahlah , aku juga masih tidak mengerti apa yang berbeda dari dirimu , tapi kau memang terlihat sangat berbeda dari wanita pada umumnya ..
Mungkin namja beruntunglah yang bisa mendapatkan hatimu ..”
Ujarnya .
Refleks aku tertawa mendengar ucapannya itu .
“namja ??? bahkan aku tak terpikirkan sampai hal itu ..”
Lagi2 ia menatapku bingung “loh , kenapa ??”
“sudahlah Kyu , aku tidak mau membahas hal mengenai diriku saat ini . sudah cukup banyak rahasiaku yang terbongkar secara perlahan2 , aku tidak mau rahasiaku juga ikut terbongkar lagi dihadapanmu..” kataku dan dengan cepat membalikkan punggungku berjalan mendahuluinya . aku tahu , mungkin saat ini Kyu masih mencerna semua perkataanku tadi , tapi akhirnya ia bisa menghilangkannya sejenak untuk berjalan menghampiriku .
Sebuah pintu berwarna putih tua dengan kenop yang sudah lama tak pernah kusentuh akhirnya saat itu aku kembali membukanya . kenop pintu yang selama satu tahun lebih ini tak pernah kubuka semenjak kepergian kakakku ..
“ini kamar kakakku , ada beberapa barang2nya yang bisa kau pakai disini , termasuk baju2nya . kurasa ukuran tubuhmu dengan ukuran tubuhku kakakku tak jauh beda ..”
Kulihat Kyuhyun tengah menulusuri setiap pandangannya kekamar ini , entahlah , tapi antara rasa senang bercampur canggung lah yang bisa kutangkap dari ekspresinya .
“jangan sungkan2 memakai barang2 ini , kakaku akan dengan senang hati meminjamkannya padamu dalam beberapa saat ..”
“kenapa kau bisa tahu apa yang sedang kupikirkan…” tanyanya .
Aku menunjuk kearah keningnya dan sontak matanya tertuju pada keningnya sendiri .
“aku bisa membacanya dari pikiranmu.. hahahahah sudahlah , aku tidak mau menganggu waktu istirahatmu saat ini .. dan jika kau butuh bantuan , panggil saja aku dikamar..”
Kataku . ia mengangguk pelan dan senyumannya itu lagi2 mengembang .
Aku berjalan menuju ambang pintu tapi ia segera mencegahku dengan sentuhan tangannya yang melingkar dipergelangan tanganku .
“Gomawo Youngjae .. kau sudah terlalu baik untuk menolongku…”
Kali ini aku mengangguk dan tersenyum padanya “ne,,”
******
Aroma sedap ini benar2 mensuk tajam indra penciumanku . menarik tubuhku untuk segera bangun .
Kulihat sinar cahaya orange sudah melintas didepan irisan mataku , menandakan waktu Korea sudah pagi .
Dengan tubuh masih terkulai lemas aku bangun dan duduk , lagi2 aroma ini membuatku semakin membulat . perutku terasa mulai bergendang .. ahhhh sialan , kau memang selalu tahu apa yang sedang terjadi saat ini .
Aku menuruni tangga dan mendatangi sumber aroma lezat ini , aromanya semakin tajam ketika kulihat seorang namja tengah berkutat pada alat2 masaknya ..
Ia terlihat sangat terampil menggunakan semua peralatan itu ..
Wooowwww , kuakui dia lebih hebat dariku , bahkan semua peralatan punyaku itu tak sering kusentuh untuk memasak , ya .. aku tak bisa memasak .
Ia menaruh kedua piring dengan gesit diatas meja bundar yang sekarang sudah tertata didepan mataku . kemudian menarik kedua kursi itu ..
Ia menepuk2 kursiku , menyuruhku untuk duduk .
Akupun mengikutinya dan duduk sesuai perintahnya , makanan ini benar2 merangsang otakku , membuat air liur rasanya akan jatuh sebentar lagi ..
Ia menyodorkan piring yang sudah berisi makanan penuh dan secangkir minuman berasap padaku .
“aku selalu melakukan ini setiap pagi untuk keluargaku , tapi karna sekarang aku sedang berada dirumahmu , jadi aku membuatkannya khusus untukmu…” ujarnya dengan senyum bersemangat .
Aku terkekeh pelan dan menatap kedua hidangan lezat ini lagi .
Tak mau menunggu aba2 aku segera mengambil cangkir berwarna hijau susu itu dan mulai meminum minuman itu .. benar2 menghangantkan ..
“aku tidak tahu jika kau bisa memasak .. kau bahkan lebih pintar dariku..”pujiku . ia tertawa pelan sembari mulai ikut menyeruput minuman yang sama .
“tidak juga , hanya bisa melakukannya sedikit ..”
Aku tertawa mendengar jenakanya , kemudian kami sama2 memakan hindagan kami .
“kau yakin tidak apa2???”tanyaku ragu2 sambil menarik tasku .
Ia mengangguk mantap “umurku sudah 23 tahun dan aku memang barusaja menginjakkan kakiku di Seoul . tapi bukan berarti aku tidak tahu menahu tentang jalan Seoul ...”
Aku tertawa mendengarnya “baiklah , sepertinya aku harus pergi terlebih dahulu , jadwal kuliah sudah menunggu dikampusku .. sampai nanti Kyu..”
Aku melambaikan tangan kepada Kyu dan dibalasnya dengan senyuman yang kulihat semakin menjauh dari mataku .
Author’s Pov
Kyuhyun mulai merasa agak jenuh dengan keberadaan dirinya yang sudah seharian hanya didalam rumah . bukan karna keadaan rumah Youngjae sendiri yang terlihat sangat sepi , namun terlebih karna ia tidak tahu harus berbuat apa lagi didalam rumah Youngjae .
Tiba2 suara ketukan pintu membuat Kyuhyun terperanjat . kemudian suara putaran kenop pintu mulai terdengar hingga membuat Kyuhyun semakin terperanjar .
“siapa itu???”gumam Kyuhyun mulai panik .
Dengan cepat Kyuhyun mengambil sebuah tongkat baseball yang tepat berada disebelah kursinya tempat ia duduk sekarang , kemudian bersiap2 untuk memukul seseorang yang sedang akan masuk dengan tiba2 sebentar lagi .
Sembulan kepala yang terlihat dari balik pintu yang sudah terbuka mulai terlihat , seorang namja yang masih belum menyadari kehadiran Kyuhyun yang sudah mulai melayangkan tongkat baseball hendak akan memukulnya .
“akkkhhh..”erang keras namja itu ketika tongkat baseball itu mulai menghantam bahunya .
Kyuhyun langsung memukuli namja itu dengan tongkat baseball itu tanpa henti2nya .
“yaaakkk , siapa kau ?? berani2nya kau masuk kerumah orang dengan seenaknya , apa kau adalah pencuri ??? ayo cepat mengaku !!!” bentak Kyuhyun sembari terus melayangkan tongkat baseball itu memerangi tubuh mungil namja itu .
Namja itu akhirnya menahan tongkat yang saat itu akan melayang kekepala namja itu . ia menatap Kyu dengan amarahnya yang sudah mulai meluap .
“seharusnya akulah yang menanyakan siapa dirimu ??? kenapa kau bisa berada didalam rumah Youngjae???” bentak balik namja itu . Kyuhyun terdiam sejenak , seolah mencerna semua perkataan yang barusaja dikatakan oleh namja didepannya .
Tapi saat ia sedang berkonsentrasi untuk mencerna semua kata2 itu , seorang yeoja muncul dari arah pintu kemudian masuk dengan sikap santainya memandang kedua namja yang sekarang dengan memegangi tongkat baseball secara bersamaan .
“kalian sedang apa ???” Tanya Youngjae santai . tapi sesaat matanya tertuju pada wajah namja mungil berada didepannya , dan setengah detik kemudian matanya melebar .
“astaga Wookie , apa yang terjadi dengan keningmu ???” Tanya Youngjae sembari memegangi pelipis namja bernama Wookie itu .
Kyuhyun semakin membelalak lebar , mulutnya terbuka lebar setelah mendengar apa yang barusaja ia dengar .
“sepertinya kau harus menanyakan hal itu kepada namja itu !!!”sunggut namja bernama Wookie itu dengan kesal .
Sesaat tawa Youngjae meledak setelah ia mengerti dengan apa yang barusaja terjadi .
“sepertinya telah terjadi kesalah pahaman dirumah ini..”
Mata Kyuhyun membulat menatap Youngjae “maksudmu??”
*****
Kyuhyun mulai membantu Youngjae mengobati memar Wookie yang masih terasa sangat perih , dan sesekali Wookie akan merintih jika Kyuhyun salah mengobatinya .
“kau merasa baikan ???” Tanya Youngjae setelah keluar dari arah dalam dapur dan membawa 2 cangkir teh untuk kedua namja itu .
Raut wajah Wookie masih terlihat sangat kesal , lebih tepatnya ia sangat kesal dengan perlakuan Kyuhyun tadi kepadanya .
“jeongmall mianhe , aku benar2 tidak tahu jika kau saudara dekat Youngjae , jika saja Youngjae akan mengatakannya lebih dahulu , mungkin sekarang aku tidak akan memukulmu seperti ini..”ucap Kyuhyun merasa bersalah .
Wookie masih diam tak membalas ucapan maaf Kyuhyun , membuat Kyuhyun semakin merasa sangat bersalah karna telah melukainya .
Seolah bisa membaca perasaan Wookie , Youngjae buru2 angkat suara .
“Wookie tidak apa2 . ini hanya sekedar salah paham , Wookie juga bisa mengerti kondisimu sekarang ini..”
“kondisi???”ujar Wookie akhirnya berbicara ketika sekian beberapa lama ia masih membungkam mulutnya tak mau berbicara karna masih terlalu kesal dengan sikap Kyuhyun barusan .
Youngjae dan Kyuhyun saling menatap satu sama lain , antara bingung dan tidak mengertilah yang sekarang sedang dalam pikiran mereka .
Youngjae’s Pov
“Young… apa kau sadar dengan pilihan yang kau berikan kepada orang asing itu ??? apa kau tidak merasa takut dengan menerima orang asing yang sama sekali belum kau kenal masuk kerumahmu !!! itu sama saja kau memasuki pencuri kedalam rumahmu ini…” rajuk Ryeowook mulai diambang emosi .
Aku meremas bahunya dan menatapnya dari samping wajahnya ..
“jika saja waktu itu kau sedang berada diposisiku , apa kau akan tetap membiarkannya diluaran sana sementara sekujur tubuhnya sudah mulai tak berdaya oleh hajaran masa sekelompok pencuri yang menghantamnya ???”
Ryeowook menatapku gusar , tatapannya semakin menandakan tak mengerti apa yang barusaja kukatakan .
“Wookie , saat itu aku melihatnya tak berdaya dihajar oleh sekawanan perampok , dia barusaja datang dari Jenggoum , ia pindah kesini untuk melanjutkan kuliahnya . tapi mungkin nasibnya berkata lain dan semua barang2 yang ia bawa benar2 tidak tersisa sedikitpun untuknya . hanya baju yang ia pakai saja yang hanya tertinggal untuknya …”
Jelasku pada Wookie . Wookie terdiam sejenak dan sesekali memandang kearah Youngjae yang menunggunya berbicara .
“Wookie , kau sering menasihatiku untuk berbuat baik kepada orang yang sedang dalam kesulitan , dan sekarang aku melakukan sesuai perintah yang kau ajarkan kepadaku . kau sudah kuanggap seperti kakakku , lebih dari Yeoungsoo Oppa saat ini . jadi kumohon , percayakan bahwa Kyuhyun adalah orang yang baik , ia hanya sedang dalam kesulitan dan aku membantunya sesuai dengan ajaran yang pernah kau berikan padaku , benar bukan ???”
Wookie masih membeku , ia masih menatapku dengan tatapan lurus , tapi sedetik berlangsung ulasan senyumannya muncul menghiasi wajah kecilnya . ia mengangguk pelan dan meremas kedua bahuku “aku percaya selama kau merasa bahwa namja itu memang baik , tapi jika dia akan melakukan hal yang tidak2 , jangan cegah aku untuk membunuhnya suatu hari nanti…” gertak Ryeowook , aku tertawa pelan , aku tahu Wookie tidak bersungguh2 mengatakan hal itu , tapi aku hanya mengangguk menuruti perkataanya .
“arraseo..” ucapku pelan .
Kyuhyun membungkuk hendak memberi salam perpisahan kepada Wookie yang akan pulang .
“kuharap akan merasa nyaman dirumah ini..”ucap Wookie sebelum melangkah pergi kepada Kyuhyun .
Kyuhyun mengangguk cepat “aku pasti akan merasa nyaman dengan rumah ini..” ucap
Kyuhyun meyakinkan .
Wookie hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Kyuhyun dan kemudian memberi sinyal melalui tatapannya padaku untuk pamit .
Aku melambaikan tangan kepadanya yang mulai menjauh ..
“dia sering mampir kesini ya???”ucap Kyuhyun tiba2 .
Aku menoleh kearahnya “ne ?? akkhhh Gureayo , wae ???”
“annie , hanya bertanya saja..”jawabnya .
“akkhhhhhhhhhhhhhh…..”tiba2 suara rintihan keras membuat telingaku bertaut dan terlonjak . aku menatap Kyuhyun yang sedang merintih tiba2 ..
“akkhhhh..”rintihnya lagi .
Aku membantunya berdiri ketika ia sempat terjatuh “yaaa Kyu ada apa denganmu ???”tanyaku mulai panik .
Kyuhyun tidak menjawab , kedua matanya masih terpejam erat seolah menahan sakit , tangan kanannya mencengkram dadanya sendiri dengan keras , seolah ia sedang menikmati sakit yang sedang berpusat pada tumpuan dadanya .
“kyuu , jawab aku..”tanyaku semakin bingung .
Kemudian Kyuhyun mulai sedikit mereda , tak ada erangan yang ia ciptakan yang membuatku sukses terlonjak setengah mati . matanya mulai terbuka dan seulas senyum pertama ia pancarkan didepan wajahku .
Ia menggeleng pelan “annie , aku tidak apa2..”
“tidak , kau bukan tidak apa2 . apa luka kemarin terdapat didadamu juga ???”tanyaku dan ikut menyentuh tangan kanannya yang masih mencengkram dadanya dengan keras .
Ia memandangi tanganku yang sedang ikut menggenggam tangannya , tapi dengan cepat kulepaskan tangaku dari tangannya dan kecanggungan terjadi begitu saja .
“tidak , kurasa tidak . sudah aku tidak apa2…” katanya dan beranjak berdiri dengan masih terbata .
Aku masih dalam kebingungan dan akhirnya hanya mempercayai perkataanya tadi yang sangat menggantung .
******
“ahjumma , aku minta bungkuskan kue pedas ya..”pintaku ketika mampir disebuah kedai makanan dipinggir jalan .
Bibi itu segera membungkuskan beberapa bungkusan berisi kue pedas untukku .
Aku menatap jam yang sudah mulai terlihat pukul 7 malam , mungkin dengan kue pedas ini Kyu akan suka . siapa tahu saja …
Ahjumma itu memberi bungkusan besar itu kepadaku ..
Aku menerimanya dan menunggunya untuk mengeluarkan sebuah dompetku yang berada didalam tasku .
“kemana dia??”gumamku ketika berusaha merogoh dalam2 isi tasku untuk mencari dompet yang belu kutemukan .
Akhirnya aku mengeluarkan semua isi tasku termasuk handphone yang sudah dengan otomatis tergeletak diatas meja bidang ini beserta benda2 ku yang lain .
“ahhh , ini dia..”ucapku ketika berhasil menemukan dompetku yang berwarna coklat .
Dengan sigap kukeluarkan beberapa uang lembar dan memberikannya kepada ahjumma yang sedaritadi menungguku membayar .
Dengan seyuman sambil memunguti barang2 yang telah berceceran diatas meja ini dan memasukkannya didalam tasku . akupun berlalu meninggalkan kedai itu tanpa berpikir panjang menuju rumah sekarang ..
Author’s Pov
Seorang namja tampak sedang kebingungan mencari dan meraba2 saku celananya hendak mencari sesuatu , matanya bergelayangan hendak benar2 mencari sesuatu yang sangat berharga . seorang wanita paruh baya yang berada didepannya pu ikut bingung melihat namja itu .
“tuan , anda kenapa ???”Tanya ahjumma itu .
Mata namja itu sekarang tertuju pada wajah ahjumma itu .
“ahjumma , apa kau melihat dompet dan handphone ku ???”Tanya namja itu .
Wanita itu menggeleng cepat dan dengan sesegera mungkin namja itu berdecak kesal .
“atau wanita itu??”sambung ahjumma yang membuat gerakan tergesa2 namja itu terhenti sesaat . wanita itu menuding kearah seorang wanita yang tengah berjalan memunggunginya sembari menenteng sekantong bungkusan .
Namja itu hanya terdiam menatapi punggung wanita itu , tapi sesaat matanya membelalak lebar ..
Dengan langkahan kaki besar2 ia segera berlari menghampiri wanita itu dan tiba2 menarik tangan wanita itu hingga membuatnya berbalik dan menghadapnya .
“mana dompet dan handphone ku ???”Tanya namja itu langsung . wanita itu merindik heran menatap namja yang tiba2 mesunggutnya secara mendadak .
“yakkk siapa kau???”Tanya balik wanita itu .
Namja itu semakin geram melihat tingkah wanita itu yang sama sekali tak mengerti maksunya . tiba2 tas yang sedaritadi ia lingkari membentuk selempang ditubuh wanita itupun ditarik paksa oleh namja itu , dan dengan cepat namja itu mengobrak abrik seluruh isi tas wanita itu .
Wanita itu meronta meminta tasnya kembali .
“yaakkk , sebenarnya siapa kau ?? kenapa kau membongkar isi tas ku ?? apa kau pencuri ??? cepat kembalikan tas ku ..”
Namja itu tak menggubris perkataan wanita yang sedang meronta kepadanya . kemudian matanya semakin membelalak ketika mendapati dua benda yang ia cari ditemukan .
Mata namja itu beralih melototi wanita yang juga ikut membelalakan matanya melihat benda yang sekarang sedang digenggam kuat oleh namja itu ..
“ternyata benar , kau lah yang mengambil dompet dan ponselku ..”hardik namja itu . mata kecil yang tiba2 berubah menjadi besar wanita itu semakin mengarah tajam ketika mendengar ucapan namja itu .
“mwo??? Apa kau bilang ??? apa kau pikir aku ini pencuri ?? aku sama sekali tidak mengambil dompet dan ponselmu !!!!”sunggut balik wanita itu .
Namja itu terkekeh pelan , dan amarahnya meluap seketika .
“kau pikir pencuri akan mengakui kesalahannya dengan mudah ketika ia tertangkap tangan sedang mengambil barang mempunyai orang lain secara diam ??? sudahlah , lebih baik sekarang kau mengaku saja bahwa tadi kau memang mencuri barang2ku !!!”
“yaaakkkk , aku memang sama sekali tidak berniat untuk mencuri barang2 itu , aku tidak melakukannya !!! sungguh !!”bentak yeoja itu mulai marah .
“lalu kenapa barang2ku bisa didalam tasmu !!”
Wanita itu terdiam sejenak , matanya mulai panas akibat emosi dan kekesalannya berubah menjadi satu .
“jika kau mau mengakui kesalahanmu , mungkin aku tidak akan membentak mu seperti ini , dan untungnya saja akulah orang yang kau ambil barangnya , bukan orang lain . jika tidak , mungkin mereka akan membereskan masalah ini kekantor polisi ..”ujar namja itu membuat yeoja itu semakin kalap .
Namja itu memasukkan domper dan ponselnya kedalam sakunya kemudian mengerling penuh kemenangan didepan yeoja itu .
“kusarankan untukmu , lain kali jangan pernah berbuat seperti ini . mencuri bukanlah hal yang tepat untuk memenuhi kebutuhan hidupmu..”ucap namja itu bernada santai . kemudian ia berjalan meninggalkan yeoja yang masih membeku mencerna semua perkataan yang barusaja ia katakan .
“lancang sekali dirimu itu ?? kenapa benda2 itu bisa didalam tasku ??? dan kenapa juga aku harus dituduh mencuri oleh namja itu ???”gumam yeoja itu kesal ..
*TBC…
Walah walah , siapa kira2 laki2 itu ya ???
RCL ya bagi yang kena tag …..
See you on Part 2 ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar